Jumat, 23 September 2011

Mengayuh Piluh

lihtlah bulan menangis mengucur mengaliri setiap sungai-sungai khidupan , bintang pun berjtuhan di arungan samudra yg tlh pudar warna biruna,
menetes lah perlhan enkau tetesan mata air surga ke dlm setiap jiwa-jiwa penghunina hilangkan duka pd yg mlara merana tersedup dlm drasnya sungai pandulasmara
ini lah aku tuhan yg slalu brd0a mengharab pd mu ats dukaku ku inginkan ku kan slalu ada untk apa yg kurasa ada di hati ini slamana bukan hanya sebait d0a yg ku pinta, tapi sluruh jiwa dan raga ku, ku psrahkan pdmu mungkn ku hanya s0rang yg slalu terdiam termenung dlm setiap candamu , ku merasa cemburu ketika tuhan slalu ada bersmamu,
kemblilah-engkau kembli membw smw crita knangan manis pengukir jiwa,-

2 komentar: